Posted by: gwgendutloh | May 23, 2009

an Island wanna be

(Int. room – morning)

Bajingux!!!!! Apa yang salah dengan pulau ini ya. Batam, digital island. Semakin gw liat dan denger selogan ini digaungkan di pulau ini, semakin juga gw bertambah bingung mau ketawa, mau sinis, mau ngehina…mau bingung, ah ngga tau deh, yang pasti ngga ada satu penilaian positifpun terhadap selogan itu. Trus knapa lagi masalahnya sekarang? ok, pertama silakan baca dulu keluh kesah gw di sini, berikutnya mari kita liat bersama-sama telaah gw berikut ini:

1. Batam sebagai Digital Island.

2. Digital menurut wiki: The word digital is most commonly used in computing and electronics, especially where real-world information is converted to binary numeric form as in digital audio and digital photography. Lengkapnya silakan buka ini.

3. Untuk mendukung itu semua tentunya perlu sumber tenaga kan, dalam hal ini listrik, karena segala bentuk infra struktur dan peralatannya dijalankan bukan dengan tenaga hamster.

4. Tenaga listrik yang menjalankannya Perusahaan Listrik Negara.

5. Perusahaan Listrik Negara bertanggung jawab terhadap segala kelancaran pelistrikan ini karena selain cuma satu2nya yang menyediakan jasa listrik. Masyarakat tidak gratis untuk menikmati sarana itu (ingat selogannya? kalo ga salah sih, Anda telat bayar lisrik kami putus, listrik sering byar-pet ya biarin aja).

6. Karena tidak ada pilihan lain ya mari kita tunaikan kewajiaban pembayaran kita pada PLN toh semestinya kalau terjadi apa2 merekapun bakal bertanggung jawab, semestinya ya, kan mereka punya layanan customer service dan layanan gangguan listrik.

7. Dua hari yang lalu sekitar jam 11.30 malam meteran listrik rumah gw meleduk, berasap, pokonya sampai bikin gw paranoid deh, karena selain berasap waktu gw matikan saklar utama, hal yang mengejutkan terjadi…lstrik tetap menyala. It means aliran listrik tetap ada dan mengalir langsung ke dalam rumah meskipun meteran rusak.

8. Gw telp 123 untuk gangguan listrik….jawabannya adalah….*nada tulalit….tulalit…tulalit*

9. Gw telp customer service nya…jawabannya adalah…*maaf nomor yang anda panggil sedang tidak dapat dihubungi* WTF…ini kalo ada apa2 gimana dong….BAJINGUXXX

10. Setelah mencoba menenangkan diri dan tidur dengan setengah hati, besoknya lewat kantor (krn rumah yang gw tinggali ini fasilitas kantor) rekan kerja gw menghubungi PLN kembali. Calling 123…yak diangkat…jawabnya “oo jadi meterannya listrik rusak tp listriknya masih nyala ya…kalo begitu kasusnya masuk ke pemeliharaan dan untuk perbaikan harus menunggu kira-kira satu minggu”….WTF….tapi ini sampai meledak dan keluar asap loh mba sambung rekan saya..dan jawabnya lagi “iya tp karena listrik menyala itu masuk ke pemeliharaan tunggu seminggu, kalau listriknya padam baru akan segera kamibetulkan”. WTF…ok gw sangat mengerti kalau untuk mengganti meteran dibutuhkan waktu yang lebih lama tp memangnya ngga bisa ya kirim orang untuk sekedar memeriksa, kalo-amit-amit- terjadi konslet yang bisa berakibat ke kebakaran gmn coba.

11. “kalau mau silakan coba tlp customer service kami” kata operator gangguan lebih lanjut…lalu rekan gw menelepon ke CSnya PLN and u know what..jawabnya *nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi* dan ini terjadi berulang kali.

Sigh…cape hati gw. Jadi dari telaah gw di atas bisa dibayangkan kan, bagaimana Batam bisa jadi Digital Island kalo tanggapan PLN terhadap diri sendiri (tidak peduli pendapatan kurang karena meteran rusak) dan pelayanan terhadap pelanggannya seperti ini. Harga listrik di Batam  sudah dinaikkan tp loh kok pemadaman bergilir jadi dijalankan lagi!!!! tapi loh ko ya pelayanannya seperti itu. PLN yang aneh.

Hmmm ..Batam, Digital Island…..numpang ketawa deh gw

Advertisements

Responses

  1. IMO, setuju banget ama slogan itu kalo dihubungin ama PLN …
    digital ‘pan sering dikonotasikan dengan binary .. 0 dan 1 … on and off .. jadi kalo ngga idup, .. ya mati dah …
    heedoop PLN sux …

  2. wah ga kepikiran sama gw tuh..hmmm..bener juga yak Batam Digital island dari sudut pandang PLN, hehehehehe

  3. 1. Batam Digital Island? Itu bukan selogan resmi Otorita Batam, melainkan wacana pribadi seorang blogger. Silahkan cari kebenarannya kepada yang Maha Kuasa.
    2. yg bunyi “tulalit….tulalit…tulalit” itu adalah ringtone / NSP-nya PLN, kuper nih Cical..
    3. Salah sendiri ngejelasin panjang lebar ke pengaduan, cukup bilang “lsitrik di rumah saya meleduk, ada asepnya, tapi bukan sunandar sunarya”
    4. Cape juga kita kena pemadaman bergilir, sekarang mari kita yang menggilir PLN, lu duluan Cal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: