Posted by: gwgendutloh | May 28, 2009

kena jebakan Batman

(backsound fx: kwaaak-kwaaaaaaaawwwwwwwww)

jaaaahhhhh…pulang jam 11 deh  T_T

Ini nih akibat kalo gw terlalu ber dedi setiadi dedikasi sementara tempat gw mendedikasikan diri cuek-cuek aja sama gw. Duh Emak cape hati nih, oh Dewa kenapa semua ini mesti terjadi. Kasihan kan bantal dan selimut gw di kamar jadi tambah lama ketemu gw.

Kisah ini bermula dari perasaan tanggung gw buat beresin kerjaan hari ini.  Sedikit sih, cuman tahu sendiri lah, gatel kalo ga cepet-cepet diberesin. Jam sudah menunjukkan kurang lebih jam 18.30, artinya setengah jam lagi waktunya bubaran kantor. Di Kantor gw itu berhubung letaknya nun jauh di sana plus boleh dibilang sangat susah angkot jadi kami diberi fasilitas angkutan bis untuk mengantar kami. Kalau pulang jam keberangkatannya itu adalah jam 19.00,21.00 dan terakhir jam 23.00. Nah, belakangan ini berkaitan dengan segala hal2 dan kepentingan yang ada, untuk sementara jadwal yang biasanya 3 kali itu dikurangi jadi 2 kali, jam 19.00 dan satu lagi tergantung kesepakatan. Biasanya kesepakatan ini terjadi terutama untuk para artist yang  terlibat pada proyek yang masuk ke dalam masa deadline gitu. Jadi untuk sementara, artist2 lain yang sedang menangani proyek yg lebih santai prioritasnya menurun.  Well, ga apa2 sih karena memang begitu seharusnya, gw sendiri kebetulan deadlinenya masih lama jadi ga ada masalah soal itu. Tapi, nah ini yang suka bikin gatel urat leher gw, mestinya kan hal itu bisa dikomunikasikan karena:

  1. Biasanya juga begitu, ada yang keliling berteriak-teriak menanyakan pada semua artist gmn kerjaan kita? mo lembur atau ngga? jadi nanti kalau terkumpul banyak yang lembur bisa di atur pulangnya yang satu kali itu jam berapa.
  2. Kalau pun orang yang bertanggung jawab untuk menanyakan itu sibuk atau capek berkeliling ada yang namanya teknologi spark, jadi cukup di broadcast ke anak2 buat mengumpulkan data-data butir pertama di atas.

Cuman akhir2 ini ko ya nampaknya mahal sekali harga sebuah komunikasi itu ya, jadinya begini deh gw, alih-alih mau mempercepat kerjaan karena gw perkirakan jam 21.00 dah beres dan memang beres, jadinya ga bisa pulang cepat setelah itu dan jadi bengong ga jelas karena ternyata bis baru berangkat jam 23.00.  Sigh, gw memang bukan prioritas utama tp kan yang gw kerjain itu buat kantor juga, ga salah dong kalo gw hanya meminta sedikit diskon dari harga berkomunikasi di sini. Cukup dengan pengumuman ” hari ini bis jam 21.00 ga ada..adanya jam 23.00″,  beres kan, dan ga susah kan. Tentunya bila itu disampaikan gw tunggu besok buat menggaruk kerjaan gw yang nanggung tadi.

Batman..batman tega amat sih lo kasih jebakan ke gw…..hiks

Posted by: gwgendutloh | May 25, 2009

My Never Ending Torture

(int office – noon)

Kemarin malam gw chat sama salah satu temen curhat gw  di Bandung. Mulai ngomongin hal2 remeh-temeh dan ngga penting seperti weekend kemarin ngapain aja, rencana dia main ke s’pore yang ga jadi,  sampai yang lumayan agak berat waktu ngebahas kerjaannya dia.  Tapi kemudian dia cerita sesuatu, singkat , dan mungkin karena gwnya juga yg mendadak so cool gitu dalam pembahasan cerita dia ini akhirnya pembahasannya jadi benar-benar sedikit. Kira-kira beginilah pembicaraannya:

(zoom in to adium)

bla…bla..bla sebelumnya

7:17:59 PM temanCurhat: Cal td ktemu *someone’s name* ama cwona cina cal -duh teman gw sayang ini ko kyk rasis ya-
7:18:12 PM faisal  ramadhan: hehehehe -sok ketawa padahal kaget bukan kepalang-
7:18:23 PM faisal  ramadhan: bener cowona teu? (terjemahan: bener cowonya?)-nah yg ini pura2 nanya padahal jantung gw tiba2 berdisko darurat-
7:18:37 PM temanCurhat: Tp geus kolot jigana mah (terjemahan: tp udah tua keliatannya) -temen gw ini ya ckckckck, ya bebas2 aja lah-
7:19:14 PM faisal  ramadhan: cowona lain? da si eta mah babaturanna rea modelna (terjemahan: cowonya bukan? soalnya dia sih temennya macam2/banyak) -penekanan kembali pada kata cowonya ditambah kalimat teman dia banyak, sangat menunjukkan bentuk pengingkaran gw-
7:20:42 PM temanCurhat: Iya td si *someone’s name* sy sms sy bilang pacarnya ya?…kata *someone’s name* blon tentu lagi…tp ngga bilang temen…. -ko tiba2 banyak petir ya di luar sana-
7:21:10 PM temanCurhat: Jigana sih liat gelagatna mah emang rada spesial he3…-ngga usah gw terjemahin ya, udah makin ga fokus-
7:21:42 PM faisal  ramadhan: nya alus lah mun kitu mah mudah2an bener nganggap spesialna (terjemahan: ya baguslah kalo gitu, mudah2an dia benar2 spesial) -so cool dan so wise yang bukan pada tempatnya-
7:24:12 PM temanCurhat: Blon pacaran baru pdkt ato emang pacarna soalna si V dan si J bilang sih emang dkt ma org chinesse -temanku sayang biar kamu ngebela gw tp jangan rasis yaaa-

dan pembicaraan topik ini selesai begitu saja

Mestinya kalian pada ngerti kan alasan kenapa gw jadi so cool dan kenapa pembicaraan topik ini jadinya singkat banget hehehehe. Gw jadi inget kalo gw pernah buat tulisan tentang dia di blog gw yang dulu, gw copas dan inilah tulisannya:

What’s good about woman?

She can swirl your stomach, twist it, shake it
So you fell like you’re going to *po po* that you don’t wanna

She remotes you through your mobile phone
It said
“…hey r u busy today?…mmh can you help me to take my important note at the library….”
And suddenly, no matter how busy you are…
You definitely will storm out…go to the library…and take her important note

So what’s good about woman?

She said

“…hey I cant be with u today…but we can hang out tomorrow”
So you dress nicely on the day after
Working as usual
Have a weird feeling  at your stomach
Getting nervous  every time you look at your watch by the end of your day

Ting..tong.. it’s time horay…horay…

And then you send a short message
” hey, w  r  u? we’re hang out tonight right?  I just step out from my office”

Sent it…
Damn…it’s pending….c’mon…c’mon

Then you wait for 15 minutes just only to receive the answer:
…” I’m on sarialeh, playing tennis, it’s raining … (hell I know that, but aren’t we supose to hang out together tonight!!!)

so  what’s good about woman?

Sigh,…it’s like some kind of never ending torture, isnt it?

But that’s a good about woman
No matter how she threat you…..

Her smile…looks of her eyes…her punch at your stomach…her tinny little nose….sweet lips

It make you more and more care for her

A strange warm feeling that hard to be describe

So…what’s good about woman?
…..

hihihi….dan gw pun cekikikan sendiri

entah itu cekikikan :D atau cekikikan T_T

-fade to black-

Posted by: gwgendutloh | May 23, 2009

an Island wanna be

(Int. room – morning)

Bajingux!!!!! Apa yang salah dengan pulau ini ya. Batam, digital island. Semakin gw liat dan denger selogan ini digaungkan di pulau ini, semakin juga gw bertambah bingung mau ketawa, mau sinis, mau ngehina…mau bingung, ah ngga tau deh, yang pasti ngga ada satu penilaian positifpun terhadap selogan itu. Trus knapa lagi masalahnya sekarang? ok, pertama silakan baca dulu keluh kesah gw di sini, berikutnya mari kita liat bersama-sama telaah gw berikut ini:

1. Batam sebagai Digital Island.

2. Digital menurut wiki: The word digital is most commonly used in computing and electronics, especially where real-world information is converted to binary numeric form as in digital audio and digital photography. Lengkapnya silakan buka ini.

3. Untuk mendukung itu semua tentunya perlu sumber tenaga kan, dalam hal ini listrik, karena segala bentuk infra struktur dan peralatannya dijalankan bukan dengan tenaga hamster.

4. Tenaga listrik yang menjalankannya Perusahaan Listrik Negara.

5. Perusahaan Listrik Negara bertanggung jawab terhadap segala kelancaran pelistrikan ini karena selain cuma satu2nya yang menyediakan jasa listrik. Masyarakat tidak gratis untuk menikmati sarana itu (ingat selogannya? kalo ga salah sih, Anda telat bayar lisrik kami putus, listrik sering byar-pet ya biarin aja).

6. Karena tidak ada pilihan lain ya mari kita tunaikan kewajiaban pembayaran kita pada PLN toh semestinya kalau terjadi apa2 merekapun bakal bertanggung jawab, semestinya ya, kan mereka punya layanan customer service dan layanan gangguan listrik.

7. Dua hari yang lalu sekitar jam 11.30 malam meteran listrik rumah gw meleduk, berasap, pokonya sampai bikin gw paranoid deh, karena selain berasap waktu gw matikan saklar utama, hal yang mengejutkan terjadi…lstrik tetap menyala. It means aliran listrik tetap ada dan mengalir langsung ke dalam rumah meskipun meteran rusak.

8. Gw telp 123 untuk gangguan listrik….jawabannya adalah….*nada tulalit….tulalit…tulalit*

9. Gw telp customer service nya…jawabannya adalah…*maaf nomor yang anda panggil sedang tidak dapat dihubungi* WTF…ini kalo ada apa2 gimana dong….BAJINGUXXX

10. Setelah mencoba menenangkan diri dan tidur dengan setengah hati, besoknya lewat kantor (krn rumah yang gw tinggali ini fasilitas kantor) rekan kerja gw menghubungi PLN kembali. Calling 123…yak diangkat…jawabnya “oo jadi meterannya listrik rusak tp listriknya masih nyala ya…kalo begitu kasusnya masuk ke pemeliharaan dan untuk perbaikan harus menunggu kira-kira satu minggu”….WTF….tapi ini sampai meledak dan keluar asap loh mba sambung rekan saya..dan jawabnya lagi “iya tp karena listrik menyala itu masuk ke pemeliharaan tunggu seminggu, kalau listriknya padam baru akan segera kamibetulkan”. WTF…ok gw sangat mengerti kalau untuk mengganti meteran dibutuhkan waktu yang lebih lama tp memangnya ngga bisa ya kirim orang untuk sekedar memeriksa, kalo-amit-amit- terjadi konslet yang bisa berakibat ke kebakaran gmn coba.

11. “kalau mau silakan coba tlp customer service kami” kata operator gangguan lebih lanjut…lalu rekan gw menelepon ke CSnya PLN and u know what..jawabnya *nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi* dan ini terjadi berulang kali.

Sigh…cape hati gw. Jadi dari telaah gw di atas bisa dibayangkan kan, bagaimana Batam bisa jadi Digital Island kalo tanggapan PLN terhadap diri sendiri (tidak peduli pendapatan kurang karena meteran rusak) dan pelayanan terhadap pelanggannya seperti ini. Harga listrik di Batam  sudah dinaikkan tp loh kok pemadaman bergilir jadi dijalankan lagi!!!! tapi loh ko ya pelayanannya seperti itu. PLN yang aneh.

Hmmm ..Batam, Digital Island…..numpang ketawa deh gw

Posted by: gwgendutloh | April 23, 2009

so mellow…meow..meoow

Gak biasanya hari ini gw males banget buat balik cepet, padahal kerjaan dah beres..tinggal nunggu feedback-nya aja dari sebrang sana.

Ya sudahlah melacurkan diri aja gw di studio, nemenin temen2 gw yang masih ber dedi setiadi dedikasi, ngejoprak di depan kompie masing2 sambil ngebuka XSI plus Royal Rendernya masing2…lumayanlah, celetukan2 penderitaan yang sesekali terdengar dari mereka sangat menghibur gw..sound for my ears…xixixixi. Browsing2 ga jelas, ngalor ngidul di fesbuk dan jejaring sosial lainnya, loh eh… nemu blog tmn sekolah gw di Sukabumi dulu. Gw cekikikan sndiri baca blognya dia, tulisannya asik2 dan gaya penulisannya gw suka. Langsung aja gw message dia lwt FB dan berhubung ada tambahan link buat blogroll gw…gw buka lagi deh blog yang udah lumayan lama terbengkalai ini.

Tiba2 aja gw jadi kangen sama masa-masa kecil gw di sukabumi dulu, tiba2 aja gw pingin ngerasain lagi jaman2 gw di SMP dulu, bermain dengan temen2 gw waktu itu. Hmmm jadi tambah menye-menye nih gw. Jadi maafkan ya kalo gaya bertutur gw berubah untuk tulisan yang satu ini, soalnya dalam kepala gw lagi banyak kelap-kelip flash back tentang masa kecil.

seperti gw yang juga tetep senyum2 kecil sendiri.

Posted by: gwgendutloh | December 16, 2008

Yang tersisa dari balik panggung

Yang tersisa dari balik panggung Sing to the dawn,
Waktu gak sengaja blog walking, baca postingan temen gw, gw menemukan suatu komen yang sangat menarik, gw sudah minta ijin untuk copy paste, nah ini dia:

Minfong Ho said at 2:53 am on December 4th, 2008:

Hello Achmadi,

I’m so glad I happened upon your blog, and have a chance to tell you directly, how very VERY much I like and respect the work that you and the other Indonesian artists have done to make my book come alive on screen. Even though my visit to your studio in Batam was very brief, I did get a sense of the incredible talent and dedication that you all, as a team, put into making “Sing to the Dawn”. It was truly magical – what you did.

I too have seen some of the critical reviews and comments about the movie – but hey, SO WHAT? It’s always easy for critics to sneer – it only takes a few minutes of their time to type out a few dismissive words, while stoking their own frail egos by tamping down the efforts of artists to create something new. If we listened to them, we’d just be sitting on our hands all our lives, afraid to try anything!

I’m glad and grateful that you all tried to make the story of “Sing to the Dawn” come alive on the big screen – especially to children too young to read the book. I know that if I was still a little girl, I would have found the images you created in the film, absolutely enchanting.

As it is, here I am, a middle-aged woman sitting in upstate New York, looking out on the bleak grey winter, already missing the vibrancy of the tropical greens and golds, but now I can just click on to the STTD trailer on you-tube, and feel like I can come home again.

You have all done a wonderful, wonderful job. I thank you all so much!

Perhaps we will have the chance to work together again in the future. I hope so.

All the best ,

Minfong Ho

Jadi apa menariknya?

Minfong Ho itu adalah penulis dari buku Sing to the dawn,beliau lah yang sejatinya paling punya hak untuk merasa kesal dan marah karena hasil karyanya diceritakan dan divisualkan seperti sekarang ini. Nah kalo dia saja bisa berkomen seperti demikian, kenapa kita mesti merasa gagal atau malu terhadap apa yang sudah kita kerjakan ini hanya karena karena berpatokan dari review2 menyeramkan untuk film ini.

Terima kasih banyak buat achmadi, buat tulisan lu what happen behind the curtain.

tulisan ini gw tujukan buat:
1. Teman-teman seperjuangan (mari kita berkarya lebih baik lagi)
2. Teman-teman seperjuangan dalam pembuatan film ini tapi merasa gagal dan malu (hehehe ga usahlah kalian merasa seperti itu).
3. Temen studio gw yang ga ikut andil tapi merasa bosan,muak, dan lelah terhadap keluh kesah kita soal pengakuan produksi film ini.

cheers

Older Posts »

Categories